Riverside Crowded

Banjarmasin mempercantik diri !  Yup, jadi tambah menarik dengan adanya siring di tepian sungai Martapura dan menjadi tempat refreshing bagi masyarakat.  Ada 4 siring sungai yang ada di Banjarmasin.  Siring depan kantor Pemprov , masjid Sabilal Muhtadin,   jalan Kapten Pierre Tendean &   seberang kantor Walikota. Continue reading

Why Not ?!

book11

Iya.  Why not ?  Salah ya penulis jualin buku-buku yang udah mereka tulis sendiri ?  Ini sebenarnya termasuk langkah promosi jemput bola selain juga untuk lebih dikenal oleh publik.  Bisa aja sih penerbit yang mempromosikan dan mendistribusikan buku-buku tulisan kita. Hal ini memang sering kita liat iklan-iklan penerbit mayor yang promo  buku-buku terbitan mereka.

Sebenarnya kita juga kudu tau gimana sih perjanjian di ‘belakang’.  Perjanjian antara penerbit dan penulis.  Apakah dari awal udah ‘beli putus’ jadi penulis tidak mendapat keuntungan dari penjualan buku berhubung udah dibayar oleh penerbit.  Ada juga yang cukup dipanjer 1 buah buku gratis dari penerbit dan selanjutnya terserah penulis.  Terserah maksudnya mau diem aja atau ikut promo memasarkan buku tulisannya (biasanya untuk even antologi di penerbit-penerbit mayor tertentu).  Ada juga yang dapet royalti tiap waktu tertentu sesuai kesepakatan tertulis.  Penulis yang dapet royalti ini pun biasanya juga tetap jualin bukunya.

Hasil inbox bareng mbak Asri Supatmiati, penulis Islami yang juga jurnalis Radar Bogor ini, walaupun buku-bukunya udah diterbitin penerbit mayor  diantaranya “Cewek Buka-Bukaan” ; Mizan , “The World of Me” ; GIP dst.nya menurut beliau justru kalo penulis ikutan ngejualin buku bisa dapet profit lebih gede dari royalti yang didapet dari penerbit.  Wow !

Kalo menurut dr.Nurul Inayah,  penulis buku kesehatan yang bukunya juga diterbitkan oleh penerbit mayor : “Kiat Sehat Dengan Dan Tanpa Obat” ; Qanita , “Vaksin & Vaksinasi : Dokter Mengungkap Fakta Di Tengah Kontroversi” ; Bukukita – Agromedia Group, kata beliau memang gak mesti juga penulis ikut jualin.  Tergantung akad karena tiap penerbit punya klausul akad variatif plus pasal-pasal yang membahas kesepakatan masalah marketing ini.

Novelis yang juga jurnalis dari Radar Banjarmasin, Randu  dengan novel-novelnya  “Jazirah Cinta” – Zaman ;” Galuh Hati ” – Moka Media, “Selalu Ada Kapal Untuk Pulang” – Diva Press, “Liberty” – KPG justru gak peduli mau diterbitkan oleh penerbit mayor ataukah indie yang penting tetep promo alias jualan novel-novel hasil karyanya.

Okelah yang penting perkenalkan pada dunia akan karya-karya kita ya.  Dibaca ya Alhamdulillah.  Dibeli juga Alhamdulillah.

Thanks to mbak Nurisma Fira & Irtikaz ~ u. buku antologi Puzzle Dakwah ; juga Orchid Publisher ~ u. buku antologi “Untaian Melodi Rindu”.

#worldbookday ; #23april

Backstage Person

backstage

Orang belakang panggung.  Yup, that’s I am.  Saya memang bukan orang yang siap untuk tampil di depan ~ one woman show.  Saya juga bukan orang yang pandai memanage banyak orang.  Itulah sebabnya saya cukup tahu diri dengan ‘how I am’ and ‘how I am gonna be’.

Saya nikmati itu.

Bukan merasa nyaman. Bukan juga untuk eksis.  Justru loyalitas kita diuji.  Mampukah bertahan untuk berada di’belakang’ menopang yang harus ‘diangkat’ agar terus ‘tegak’.  And , we wont be famous.  Sometimes people just see what we’ve done. But they dont know who the person is. Hehe..

Just enjoy it. Backstage person anyway has free access also lah.  Orang harus duduk rapi bahkan diatur untuk menyaksikan the show. But we move here and there, do anything  for the show so it can be still exist.

Ada yang iri kadang melihat gerak we move here and there. Believe me. It’s hard.  It needs sacrifice and loyality. It need much energy also.

For all the backstage person like me, two thumb for us !  Keep spirit !

I Write Book !

diarymom

Finally, ngeblog lagi saya nih !  2 tahun lamanya blog ini hiatus.  But, ada hasilnya kok hehehe.  Tuh, buku di foto yang saya upload adalah salah satu penyebab dari hiatusnya blog ini.  Gayaaa !!!

Buku apa sih, Bu ?  Nah, tahun lalu kan baru aja sreg gabung even-even menulis di berbagai penerbit indie.  Pas ada yang nawarin untuk bikin diari Ramadhan, ya udah ikut aja.  Itung-itung melawan rasa malas dalam menulis. Continue reading

Kecelakaan dalam Rumah Tangga (KDRT ?)

Gambar

Hehehehe !  Iya nih..lagi dalam proses penyembuhan KDRT alias Kecelakaan dalam Rumah Tangga.  Sebenarnya pengen berbagi masalah penyembuhan aja..tapi pengen cerita lebih detail kok bisa terjadi KDRT ?! Waow.. LOL 😀

Sad but true !  Tepat di belakang rumah saya, alias rumah tetangga saya terkena musibah kebakaran.  Hampppiiirr aja rumah saya juga ikut dilalap si jago merah ! Weeewww.. L  Saking paniknya waktu dalam upaya menyelamatkan diri, nah waktu mau naik untuk ambil barang ke lantai atas..tiba-tiba pada pijakan anak tangga ke dua, saya kepeleset.  Pergelangan kaki kiri bawah lutut terbentur anak tangga, begitu juga tapak kaki & paha sebelah kanan (tapi lebih keras).  Waktu itu masih belum terasa banget sakitnya..tapi kira-kira 10 menit kemudian, langsung bengkak  dan memar deh tapak kaki kanan bagian atas – bawah.. Nyeri !!! Mana lagi rame sit-kon kebakaran, kaki cenat-cenut, ampun dije !!! Ya Allah L.  Udah kebayang, bakal bed rest…

Akhirnya, begitu sit-kon udah terkendali.  Api yang melalap rumah tetangga sudah berhasil dipadamkan, langsung deh ni kaki saya pijet (kalo rekomendasi para ahli medis sih ga boleh dipijet, tapi gimana ya.. udah terbiasa seperti itu, dan sembuh :)).  Selain dipijet, saya juga pake obat minum untuk pereda bengkak dan nyeri yang direkomendasikan yaitu Rhemafar 5 mg (tapi kemudian diganti dengan Netra Flam yg 1 set/isi 6 biji yang harganya 50.000) & Novastan 500 mg.  Untuk kompres saya awalnya pake tumbukan pala & kencur & koyo salonpas, cuma agak nggak ngefek, jadi saya ganti pake minyak oles Al-Sulthon. Oke, bisa dicoba nih  pengalaman saya kalo terjadi ‘KDRT’ pada Anda seperti yang saya alami.

Take care, see u, mwaah ! :-*

Indahnya Doda

Pernah mendengar Doda ? Saya juga baru beberapa bulan ini mengetahui kata itu.
Doda adalah nama sebuah distrik (semacam kabupaten) di India. Letaknya berdekatan dengan perbatasan Kashmir (Pakistan). Jadi biasanya lengkapnya nama wilayahnya gini :

“Doda ; Jammu-Kashmir.”

Dari yang gue bayangkan, wilayah Doda tuh etnik Indianya kerasa banget… Bahkan menurut wiki-wiki, disitu di daerah Jammu Kashmir termasuk Doda justru terdapat bermacam-macam bahasa daerah, trus walopun mayoritas adalah umat Hindu tapi ada juga umat Islam & Nasrani. Dan, katanya si wiki-wiki sih dengan adanya perbedaan itu justru membuat rasa toleransi yang kuat diantara para penduduknya. Hmm..Gitu ya ?

Asyiknya lagi, di daerah situ tuh yang kena snowfall. Sementara di daerah India yang laen paling ujan, panas. Tapi kalo di daerah Doda, juga Bhaderwah dan sekitar perbatasan Kashmir sewaktu winter bakal didera udara yang sangat dingin ampe minus 5 derajat Celcius plus salju. Wah wah wah.. Jadi pengen ke sana…. Yyuuukk… 😉

Baidewei, kok aku jadi tau daerah Doda ? Mungkin karena untuk perkembangan pariwisata, pemerintah disana kerjasama ama FB kali ya.. asli, temen-temen saya kebanyakan dari Jammu-Kashmir. Plus distrik – distrik dari Jammu Kashmir, kayak Doda, Bhaderwah, Bhalessa, dst. Masih menurut wiki-wiki, Doda berjarak 175 km dari Jammu dan 200 km dari Srinagar. Daerah bergunung-gunung..cantik deh ! Trus juga ada River Chenab yang juga keren banget….uuhhh..Awesome ! Sistem transportasi di sana cuma ada bis. Tapi dari daerah lain bisa pake pesawat atau kereta api menuju Jammu atau Srinagar dulu. Nah dari Jammu / Srinagar baru lanjut naik bis ke Doda – Bhaderwah – Bhalessa dst.nya. Begituu..

Trus, para cowok disana juga demen maen kriket (cricket). Bahkan, acara tv untuk olahraganya pasti kriket. Yang tanding biasanya India-Pakistan. Jadi lucu aja, di FB too pada sindir-sindiran, pada dukung India apa Pakistan… Hahaha ada-ada aja 🙂

Cekidot foto-fotonya yaa :). Yuk mareee..

1269229523490-doda city

1269318617496-doda2

doda3

doda4

[i dedicate to my c.f : A.W ; bhai : A.N.B]

Bunga Liar : Romantika Sejarah Jepang di Amerika Serikat

Judul Buku : Weedflower – Bunga Liar.
Penulis : Cynthia Kadohata
ISBN : 9789792240887
Alih Bahasa : Lanny Murtihardjana
Halaman : 272 Hal.
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tahun Terbit : Oktober 2008
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Kembali saya harus tertambat hati pada novel yang satu ini.  Awalnya, lumayan gambling  juga.   Kok, gambling ?  Iya.  Membaca karya terjemahan atau alih bahasa itu menurut saya jadi seperti gambling.  Sewaktu membaca sinopsisnya di sampul belakang, cerita yang diangkat nampak sangat menarik untuk dinikmati.  Begitu segel plastik dibuka..dan mulai membaca.. Ampun ! Saya harus berjibaku dengan bahasa Indonesia terjemahan dari novel tersebut yang entah penterjemahnya siapa.  Benar-benar pengalaman pahit.
Tapi untuk terbitan Gramedia, jarang novel alih bahasa bernasib ‘sulit cerna’.  Jempol, deh !

Novel Weedflower (Bunga Liar) ini mengisahkan tentang peperangan antara Jepang & Amerika Serikat dengan sasaran  Pearl Harbour sebagai target serangan.

Tokoh sentral (dimana cerita berjalan sebagaimana sudut pandang Tokoh sentral ini), yaitu Sumiko berumur 12 tahun.  Gadis Jepang, yatim piatu namun lahir di Amerika dan bersama adik laki-lakinya Takiko (Tak Tak) ini hidup bersama keluarga paman & bibinya.  Bersetting di Amerika Serikat tepatnya California, di sebuah perkebunan bunga.  Sumiko tidak banyak memiliki teman.  Ia pun bersekolah di sekolah umum bukan di sekolah berbahasa Jepang.  Namun wujud fisiknya yang ‘Japs’ (sebutan untuk warganegara AS yang berkebangsaan Jepang) tetap saja membuatnya ‘sendiri’ dan ‘terpisah’ di sekolah.   Hal ini tergambar, saat Sumiko hadir di pesta ulang tahun Marsha, teman sekelas (namun tidak akrab) dan ia akhirnya harus keluar dari pesta itu berhubung ibunya Marsha mengusirnya secara halus, hanya karena ia seorang Jap.  Memang Jap tidak dibully, tapi tidak diakrabi.

Disusul kemudian keterkejutan Sumiko melihat perubahan sikap paman & bibinya yang menyuruhnya membakar segala hal berbau Jepang.  Buku tulisnya yang  penuh tulisan huruf Kanji pun harus dibakar.  Ini sangat menyebalkan !  Sudah capek latihan menulis ternyata hasil latihan yang tertulis di buku itu malah harus dibakar !  Selain itu ternyata para Jap selalu diawasi gerak-geriknya saat itu oleh pemerintah AS.  Awalnya Sumiko menganggap hal ini tak akan terjadi.  Apalagi ia lahir dan tinggal di Amerika. Tak ada bayangan sedikit pun terbersit bahwa akhirnya paman & kakeknya kemudian ditangkap oleh pihak keamanan AS walaupun tanpa ada kesalahan apa-apa dan mereka ditempatkan di North Dakota. Lalu bibi, sepupu serta Sumiko & Tak Tak akhirnya turut diungsikan ke kamp gara-gara perang antara Jepang & AS ini. Awalnya mereka ditempatkan di Gelanggang Pacuan Kuda San Carlos yang dijadikan sebagai kamp.  Lalu dialihkan ke sebuah kamp di Poston, Arizona yang berdekatan dengan daerah konservasi Indian.  Namun, ternyata sebenarnya tanah yang dijadikan kamp untuk Jap tersebut adalah tanah milik Indian.

Serunya, karena berdekatan dengan daerah konservasi Indian justru Sumiko akhirnya bersahabat dengan Frank, anak Indian yang seumur dengannya dan berasal dari suku Mohave.  Padahal, berbeda etnis saat itu memicu konflik ‘benci’.  Kulit putih benci Indian & Jepang, begitu juga sebaliknya.  Namun, Indian & Jepang  juga saling membenci.  Hal ini tergambar pada dialog antara Sumiko & Sachi, dimana Sachi ‘membohongi’ Sumiko , hal. 130 “Kalau mereka sampai menangkap kita, mereka akan menguliti kepala kita.”  ” Setelah menguliti kepala kita, mereka akan memotong jari-jari kita dan merebusnya.”

Di akhir cerita, Amerika pun memberi perintah untuk ‘bela negara’.  Para Jap & Indian yang merupakan warganegara AS pun akhirnya turut serta. Kehidupan Sumiko di Kamp Poston pun harus berakhir, karena ada perpindahan kamp.  Padahal, kamp Poston saat itu telah asri dengan berbagai kebun yang dibuat oleh warga kamp termasuk Sumiko yang membuat kebun bunga dari benih ‘Bunga Sumiko’ demikian tulisan pada amplop benih, yang ia dapat dari persediaan benih bunga milik pamannya. Namun, bibi Sumiko memutuskan untuk pergi ke Illinois daripada pindah kamp.  Sedangkan kedua sepupu Sumiko, Bull & Ichiro, mereka ikut wajib militer yang diserukan oleh pemerintah AS.  Sumiko & Tak Tak pun harus berpisah dengan Frank, sahabat Indian mereka.

Setelah membaca buku ini, saya jadi bertanya… “Kapan versi filmnya akan dibuat ya ?”  Kalau pun ada filmnya, semoga sebagus novelnya.  I wish & I hope 🙂

Yap,novel ini sangat menarik, karena Cynthia Kadohata, sang pengarang mampu merangkai kisah melalui riset serius tentang diserangnya Pearl Harbour di tahun 1941 oleh Jepang.  Ya, patut saja ia mendapatkan Newberry Award, karena novel yang ia karang ini dalam versi aslinya adalah bestseller international.

SPIRIT HAJI SPIRIT PERJUANGAN TEGAKNYA SYARIAH

 

 

 

 

 

 

 

Labaik Allahumma Labaaik, Labaaik Laa Syarika Laka Labaaik Inal Hamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulka La Syarikalak

Kalimat talbiyah kembali akan berkumandang pada bulan Dzulhijah ini di seantero Makkah Al Mukarramah.  Dimana arti dari kalimat talbiyahtersebut adalah Aku memenuhi panggilanMu ya Allah aku memenuhi panggilanMu. Aku memenuhi panggilanMu tiada sekutu bagiMu aku memenuhi panggilanMu. Sesungguhnya pujaan dan nikmat adalah milikMu begitu juga kerajaan tiada sekutu bagiMu.

Seluruh kaum muslimin yang beruntung memenuhi panggilan ke Baitullah mengumandangkannya.  Spirit ukhuwah Islamiyah begitu terasa.  Tak ada hari yang terlewatkan kecuali dalam kondisi tak berdaya untuk selalu menunaikan ibadah mahdhah di Masjidil Haram. Continue reading

Karena Bercerita itu Menyenangkan

Dear dede Takita,

Maaf ya, baru bisa balas surat dede nih.  Kalo kerjaan di rumah ada yang bisa ditunda atau udah kelar dikerjain, baru deh bisa nulis.

Nah, kalo tentang bercerita.  Hiks, ayah gak pernah sama sekali bercerita sewaktu kakak masih kecil dulu.  Kalau ibu ? Kadang-kadang aja.  Itu pun akhirnya digantikan oleh kaset-kaset yang isinya cerita semua.  Aku inget banget. 1 kaset cerita idolaku adalah cerita Cinderella, si Upik Abu.  Ampe puyeng kali tu kaset ya diputer berulang-ulang.  Nah, setelah itu begitu aku udah pinter baca ternyata buku-buku cerita itu lebih menarik untuk dibaca.  Bahkan sampai aku tertidur.  Mulai cerita daerah sampai cerita di negeri eropa dan negeri 1001 malam aku santap.  Bawang Putih & Bawang Merah, Sangkuriang, Keong Mas, Nalau & Kilip, Si Tudung Merah, Putri Salju & Tujuh Kurcaci, Pinokio, Aladin, juga kisah para Shahabat Rasulullah dan lain-lain.

Hmm… jadi ya seperti itu Takita tentang kehidupan kakak.  Kenapa jadi  ayah dan ibu juga kakek dan nenek jarang bahkan tidak pernah bercerita untuk kakak ?  Mungkin karena mereka merasa sulit, merasa aneh dan merasa tidak bisa berkreasi untuk menghibur anak-anaknya dengan cerita yang mendidik.  Begitu ada produk-produk seperti kaset & buku juga film yang berisi cerita-cerita anak, akhirnya, mereka mencukupkan diri dengan menggunakan produk tersebut.

Dari surat dede Takita, mudah-mudahan kakak bisa memulai kembali acara bercerita untuk anak kakak.  Tidak ada kata terlambat bukan ? Makasih ya dede untuk suratnya.. Sudah mengingatkan pentingnya bercerita dalam kehidupan  kita semua.  Karena bercerita bahkan mendengarkannya pun sebenarnya menyenangkan !  Bikin imajinasi melayang bebas.

#BigHUG for Takita

Mia Yunita (Banjarmasin)

http://blog.indonesiabercerita.org/takita/surat-dari-takita-mimpi-mimpi-takita/